Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Kewirausahaan Rahmat Gobel dalam Mengembangkan PT.Panasonic



Kewirausahaan Rahmat Gobel dalam Mengembangkan PT.Panasonic


Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan merek elektronik ternama Panasonic. Rahmat Gobel lahir di Jakarta, 3 September 1962. Ia adalah generasi kedua dari keluarga Gobel untuk mengendalikan perusahaan National Gobel yang sekarang bernama Panasonic Gobel Indonesia. Rahmat Gobel juga menjadi Ketua Umum Gabungan Pengusaha Elektronika Indonesia. Ia merupakan anak Thayeb Mohammad Gobel. Thayeb Mohammad Gobel dikenal luas sebagai pelopor industri elektronik Indonesia dengan mendirikan National Gobel pada Januari 1971. Ia mendapatkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan atas jasanya mengembangkan industri elektronik di Indonesia.
Rahmat merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara dan anak laki-laki tertua dari mendiang H Thayeb Mohammad Gobel (generasi kedua). Masa studinya dari SD sampai SMA di Indonesia. Selepas SMA, Rahmat melanjutkan studi sarjananya di Jepang. Ia menyelesaikan gelar sarjananya di Universitas Chuo, Tokyo, Jepang pada 1987 dan kemudian dia menjalani praktek kerja di Matsushita Group. Pada 1989 Rahmat Gobel kembali ke Indonesia dan menduduki posisi Asisten Presiden Direktur PT National Gobel.Perusahaan ini merupakan joint venture pertama antara pihak Jepang dengan Indonesia di bidang manufaktur elektronika.
Namun, pada akhirnya ia juga yang menempati posisi Presiden Direktur PT National Gobel (sekarang bernama PT. Panasonic Gobel). Ia terus berupaya ‘mempertahankan’ perusahaan warisan ayahnya ini. Ia bukan saja mengelola bisnisnya agar tetap bertahan di tengah masa krisis, namun juga berusaha membangun perusahaan sekaligus membangun tempat kerja bagi banyak orang.
Berawal pada 1970, Panasonic bekerjasama dengan National Gobel dalam penjualan produk-produk perusahaan Jepang tersebut di Indonesia. Sedangkan tahun 1980 nama National Gobel berubah menjadi Gobel Dharma Nusantara dan di tahun 1991 berubah menjadi National Panasonic Gobel. Dan akhirnya mulai 1 April 2004 berganti nama menjadi PT. Panasonic Gobel Indonesia.
Berbekal filosofi pisang dari ayahnya dan filosofi air dari Matsushita, rekan kerja ayahnya dan juga pendiri Panasonic Jepang, Rahmat mampu menjalankan bisnis warisan itu dengan baik. Sehingga, akhirnya ia mampu menciptakan berbagai produk yang berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Sebagai contoh adalah industri baterai yang dimiliki PT. Panasonic Gobel Battery Indonesia (PGBI). Sebagai produsen baterai mangan, baterai lithium dan senter dengan brand Panasonic, Rahmat Gobel membawa PGBI mengukir prestasi menjadi salah satu yang terbesar di antara keluarga Panasonic Baterray Group yang tersebar di 14 negara. Hasil produksinya masuk dalam pasar lokal maupun global pada lebih dari 60 negara. Sejak tahun 2002 (dari tahun berdiri 1972) PGBI telah mencapai kebebasan finansial dan menjadi perusahaan dengan pinjaman nol.
Pendidikan yang telah ditempuh Rahmat, antara lain:
  • Doktor Kehormatan dari Universitas Tokushoku, Tokyo, Jepang (2002)
  • Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional, Universitas Chuo, Tokyo, Jepang (1987)
Pengalaman Organisasi:
  • Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Teknologi, dan Maritim
  • Ketua Dewan Pelindung Komite Ekonomi Jepang-Indonesia (IJEC) Kadin
  • Ketua Gabungan Elektronik (Gabel)
  • Ketua Eksekutif Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (Persilat)
  • Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ)
  • Ketua Dewan Pelindung Masyarakat Gorontalo Lamahu
  • Anggota Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia
  • Ketua Yayasan Melati-Sakura
  • Ketua Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada)
  • Pelindung Yayasan Matsushita Gobel
  • Pelindung Yayasan Anugrah Musik Indonesia


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perubahan dan Pengembangan Organisasi

Perubahan dan Pengembangan Organisasi

berikut linknya

http://www.slideshare.net/shifaawaliyahliengling/pengembangan-dan-organisasi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

STRATEGI PEMASARAN JCO 4P



STRATEGI PEMASARAN JCO 4P

J.CO dimiliki oleh Johnny Andrean, seorang pemilik jaringan BreadTalk di Indonesia. J.CO diilhami dari donat USA. Johnny yang sering melakukan perjalanan bisnis ke USA, mendapatkan kesempatan menikmati berbagai jenis donat dengan rasa dan keunikan yang berbeda. Pada mulanya, ia ingin membeli waralaba suatu jaringan pemasaran donat USA, tetapi ia mendapatkan beberapa keterbatasan pada produknya. Keterbatasan itu ada pada bahan baku dan kelemahan dalam pengendalian kualitas.
Jadi, dengan demikian Johnny memutuskan untuk mengembangkan produksi donatnya sendiri tanpa harus membeli francise donat dari USA. Ia memilih untuk menghasilkan bentuk dan rasa donat yang sempurna sebagaimana yang pernah ia coba di USA, dengan memfokuskan secara khusus pada mutu bahan baku dan proses produksi.
Sekembali ke Indonesia, ia kemudian mengembangkan sebuah gerai toko donat dengan konsep, bentuk dan rasa yang mirip dengan gerai donat USA. Johnny sejauh ini telah mengamati bahwa tidak ada satu pun gerai donat di Indonesia yang mempunyai konsep dapur terbuka, karenanya ia memulainya di J.CO. Maka, selain mempunyai rasa yang berbeda, konsep toko juga dibuat sebagai dapur terbuka sehingga konsumen-konsumen dapat melihat berbagai atraksi dalam pembuatan donat, dari mencampurkan bahan-bahan sampai menjadi donat siap dijual.
Donat J.Co dibuat menggunakan mesin-mesin, baik saat mencampurkan bahan-bahan, memasak dan membuat topping donat. Satu-satunya tenaga manusia yang dilibatkan hanya pada saat pencetakan donat. Yang juga menggunakan alat bantu cetakan.
Semua mesin yang digunakan sepenuhnya diimpor dari USA. Begitu juga dengan bahan-bahan dasar, lebih dari 50% diimpor dari luar negeri. Seperti cokelat yang diimpor dari Belgia dan susu dari Selandia Baru. Juga, untuk minuman, bahan-bahannya kebanyakan  diimpor pula. Sebagian kopi bubuk diimpor dari Italia dan Costa Rica. Berdasarkan semua inilah, J.CO diposisikan sebagai produk bermutu premium di pasaran donat Indonesia.
Sebagian pihak mungkin berpendapat bahwa logo J.CO memiliki kemiripan dengan logo Starbucks, tetapi jika diperhatikan dengan teliti, itu berbeda. Bentuk bulatnya boleh jadi  sama, tapi itu bukanlah sebuah trademark.
J.CO Donuts & Coffee menggunakan simbol burung merak pada logo mereka. Merak ini menyimbolkan keindahan, kerapian, kelembutan dan keabadian, keindahan dan kehalusan dicerminkan dari rasa dan bentuk donat. Sementara keabadian dapat dilihat dari kesetiaan konsumen yang bersedia berdiri mengantri panjang di gerai-gerai hanya untuk mendapatkan donat J.CO favorit mereka.
Masing-masing donat dinamai secara kreatif berdasarkan topping dan rasa. Hal ini menciptakan suatu keunikan dan mudah untuk diingat, sebagai contoh, Chees Me Up adalah nama untuk donat dengan keju leleh di lapisan atas. Tira Miss U adalah nama untuk donat dengan topping tiramisu.
Johnny membutuhkan tiga tahun sebelum meluncurkan J.CO Donuts & Coffee ke pasar Indonesia. Tiga tahun digunakannya untuk mempersiapkan standar dan prosedur produksi, pemilihan bahan baku, memperbaiki mutu dan proses produksi produk, serta operasional bisnis.
4P, Product, Price, Place, dan Promotion. Product adalah produk atau barang yang dijual pada store tersebut. Price adalah harga dari barang yang dijual. Place adalah tempat dimana store tersebut secara fisik berada. Dan Promotion adalah cara pemasaran produk yang dilakukan oleh store tersebut.Dengan adanya 4P ini dkembangkan secara maksimal sehingga sangat menguntungkan bagi pemilikstore jco.
Product & Price
Produk yang dikeluarkan oleh jco sangat banyak dimulai dari minuman coffee,yoguart, soft drink serta donatnya nya yang memiliki banyak tooping dan sangat menarik minat konsumen untuk dicoba selain itu harga yang titawarkan cukup terjangkau dimulai dari 7000-50.000.
Place
Tempat yang memiliki fasilitas yang banyak dan nyaman membuat konsumennya betah untuk berlama-lama stay di jco dan disediakan wifi dengan dekorasi tempat warna yang bagus sehingga bagus untuk selfie khususnya bagi konsumen anak remaja.
Promotion
Website yang dimiliki jco juga sebagai bagian promotionnya kita bisa liat menu dan list harga dari product jco serta picture yang menarik dan jco mempunyai banyak cabang di mall Indonesia .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

BAB V - Desain dan Struktur Organisasi

TUGAS 5
Desain dan Stuktur Organisasi
silahkan klik link dibawah ini

http://www.slideshare.net/shifaawaliyahliengling/desain-dan-struktur-organisasi-46654189

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Perbandingan Tiki dengan POS

Sering kirim paket atau barang ? Pasti sudah kenal dengan yang namanya TIKI. Yap, ekspeditor yang satu ini sangat familiar dengan produk jasa pengiriman barangnya. Satu alasan kenapa konsumen lebih memilih TIKI daripada ekspeditor yang lain adalah agen TIKI lebih mudah ditemukan. Bisnis yang dijalankan TIKI bukan hanya jasa pengiriman barang tetapi juga franchise dari jasa yang dijual, hmm cerdas!
Selama menggunakan TIKI saya tidak pernah kecewa.
Pos Indonesia, penasaran sama ekspeditor yang sudah ada sejak dulu, akhirnya saya mencoba mengirimkan paket dengan Pos.
Hasilnya? Tidak berbeda dengan TIKI, malah lebih baik.

Perbandingannya.
Kirim paket Tangerang - Bandung, pake TIKI 2 hari, pake Pos 1 hari saja. Wuihh.. cepet ya? Ntah kenapa koq bisa gitu, petugas Posnya menginformasikan kalau paket akan sampai 2 hari kemudian tetapi keluarga di Bandung mengabarkan paket sudah diterima 1 hari setelah dikirimkan, amazed!


pos indonesia

Kelebihan:  

- Tarif yang diberikan oleh Pos Indonesia lebih terjangkau   - Pos Indonesia sudah dapat diakses online sejak tahun 2010
- Pos Indonesia dapat mengirimkan jasa nya hingga ke pelosok-polosok desa
- Untuk jalur internasional Pos indonesia yang paling mumpuni, mereka ada cooperation  
  dengan EMS, cepat dan termurah  - Pos Indonesia memberikan timbangan yang real tidak dikurang-kurangkan atau dilebihkan
- Paket kecil lebih murah, Pos Indonesia menghitung tarif kiriman berdasarkan satuan per   
  gram, bukan perkilogram. Sehingga jika paket yang kita kirim beratnya hanya 100 g maka  
  tarifnya seberat itu, tidak  dibulatkan menjadi 1 kg.  - Kantor Pos ada setiap kecamatan - Tarif kiriman domestik update dan seragam - Kantor Pos pusat buka lebih lama - Kiriman jumbo ada tarif khusus  - Pelayanan prima

  Kelemahan:
- Masih kurang dikenal oleh masyarakat luas, karena masih banyak masyarakat hanya  
  menghetahui kalau Pos Indonesia hanya melayani pengiriman jasa surat saja.- Pos kilat 
  khusus sering kali mengcancel tujuan alamat yang sedang kosong atau ditinggal
  pergi, padahal seharusnya mereka bisa menghubungi si penerima bila hal itu terjadi.
- Kurang nya iklan, masih banyak masyarakat Indonesia belum paham dengan cara kerja  
  ataupun mekanisme dari produk – produk yang ada dalam PT POS INDONESIA sehingga 
  konsumen enggan dalam menggunakan produk yang telah ada. 
- Masyarakat Indonesia masih belum percaya dengan keamanan informasi di Indonesia 
  karena banyaknya problem dan tragedy yang terjadi belakangan ini di dalam negeri. 
- Kebanyakan produk – produk inovasi baru PT POS INDONESIA masih digunakan oleh 
  masyarakat menengah ke atas contohnya seperti mail online, terbatasnya jaringan online   dimasyarakat itulah yang jadi hambatan karena tidak semua orang memiliki jaringan 
  internet.

tiki

Kelebihan: - Hemat, karena tarifnya sangat kompetitif dan fleksibel
- Aman, karena sudah 30 tahun dikenal - Memberikan pelayanan bergaransi - Memiliki pelayanan yang bervariasi, pengiriman ONS atau REGULER - Pengiriman dapat dilacak - Terdapat 250 cabang di kota-kota besar di seluruh Indonesia 
  Penjemputan sangat praktis dan ekonomis 
- Kemudahan dalam pembayaran mereka akan menggunakan layanan dan tarif Priority 
  fedex walaupun pengirim telah membayar dengan tarif Priority

 Kelemahan:
- Hotlinenya  sulit dihubungi, untuk menghetahui status pengiriman juga lamban - Jika alamtnya tidak ketemu oleh si kurir, ia tidak akan menelpon No P yang tertera malah 
  akan dibawa pulang lagi dan kita harus ke kantornya, beruntung jika belum dikirim balik   
  (return) ke alamat pengirim

Tariff Tangerang - Bandung?
TIKI 8 Ribu sedangkan Pos Indonesia hanya 6 Ribu :).

Nah, mulai sekarang kalau mau kirim paket pake Pos Indonesia aja, koq jadi promosi? hehe habis puas aja.
Oh iya Pos Indonesia masih BUMN loh..



referensi

http://dapit.blogdetik.com/2010/06/27/pos-indonesia-vs-tiki-jne/
http://vonnylyani.blogspot.com/2015/03/perbedaan-jasa-pengiriman-pos-indonesia.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS